Ayo STMJ!

Pengantar

Barangkali judul tersebut mengundang multitafsir. STMJ biasa diartikan sebagai minuman campuran susu, telur, madu, dan jahe. STMJ juga bisa berkonotasi negatif, yaitu kependekan dari Shalat Terus Maksiat Jalan. Apabila dilihat dari bentuk kalimatnya, maka judul itu lebih dekat dengan istilah kedua. Saya tidak akan mengajak Anda untuk terus shalat-dan ibadah lainnya-sambil bermaksiat, maka saya mengganti kepanjangan dari STMJ, Shalat Terus Maksiat Jangan! Artikel ini saya buat sangat panjang namun padat. Saya tidak dapat memotongnya atau meringkasnya. Jika tidak sempat (tidak ingin-red) membaca semua karena kesibukan Anda, maka bacalah kutipan Muhammad Nasib Ar-Rifai yang saya cetak tebal.

Kiamat

“Barang siapa yang ingin sekali melihat suasana kiamat sebagaimana dia dapat melihatnya dengan mata telanjang, bacalah surat idzasy-syamsu kuwwirat (At-Takwir), idzas-samaa’un fatharat (Al-Infithar), dan idzas-samaa’un saqqat (Al-Insyiqaq).” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi, dari Ibnu Umar r.a.)

Mari sejenak mencoba memahami tiga surat tersebut. Didalamnya terdapat ayat yang maknanya hampir sama.

“Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.” (At-Takwir: 14)

“Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya dan yang telah dilalaikannya.” (Al-Infithar: 5)

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuiNya.” (Al-Insyiqaq: 6)

Pada hari itu semua amal perbuatan manusia akan diperlihatkan. Hari saat manusia diberi buku catatan amalnya masing-masing. Saat itu manusia dibagi menjadi tiga golongan, golongan yang menerima catatan amal dengan tangan kanan, tangan kiri, dan orang yang beriman paling dahulu.

“Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu.” (Al-Waqi’ah: 8-10)

Tobat

Kuncinya adalah tobat dengan sebenar-benarnya tobat. Bukan menunggu tobat di akhir hayat karena kepemurahan Allah sebagaiamana pengertian para-meminjam istilah Ibnu Katsir-ahli isyarat.

“Perkataan Ibnu Katsir “ahli isyarat”, maksudnya ialah mereka yang berpaham bahwa Tuhan dapat menitis kepada benda dan union mystics. Mereka inilah orang-orang yang menimpakan bencana paling hebat kepada Islam. Perhatikanlah dengan seksama wahai saudaraku sesama muslim, apa yang telah dikatakan mereka, “Kepemurahan Yang Maha Pemurah jualah yang telah memperdayakan aku.” Dan perkataan mereka, “Seolah-olah Allah sendiri telah memberikan jawabannya.” Sesungguhnya perkataan-perkataan yang seperti ini tidak akan dimasukkan ke dalam hati sanubari kecuali oleh setan sehingga mendorongnya untuk melakukan kemaksiatan karena berpegang kepada kepemaafan Allah Yang Maha Pemurah. Pemikiran seperti ini mendorong setiap abdi Allah berbuat kemaksiatan dengan tenang disertai harapan akan memperoleh maaf dari Allah. Padahal, kepemurahan Allah yang tampak dalam setiap nikmatNya Yang Maha Besar, yang tidak dapat dihitung dan dibilang, dan nikmat yang dirasakan oleh umat manusia dan diterima dalam setiap kesempatan mengharuskan untuk menyambut semua kepemurahan ini dengan meninggalkan baju kemaksiatan, bukannya berkubang terus-menerus di dalamnya sehingga bertemu Allah dalam keadaan seperti itu. Apakah keantusiasan Anda terhadap kemurahan Allah Ta’ala ini dilakukan dengan cara membalas segala kenikmatan ini dengan kekufuran, bukan dengan syukur? Anda harus menyelami kembali hati Anda seraya mengatakan, “Bukan merupakan suatu keadilan bila aku membalas segala kenikmatan ini dengan kemaksiatan dan membalas kepemurahan ini dengan pengingkaran.” Dan bila Anda menerima kepemurahan ini dari sesama makhluk, pastilah Anda akan merasa malu, sebab kebaikan dibalas dengan kejahatan. Maka dari itu, apalagi kebaikan yang telah diberikan oleh Allah Tuhan semesta alam? Maka kebaikan, kemurahan, dan kenikmatan adalah pendorong-pendorong untuk segera bertobat dan mencabut baju kemaksiatan, bukan berkubang terus-menerus di dalamnya, hanya karena mengharapkan kepemurahan Yang Maha Pemurah! Inilah yang dimaksud dengan firman Allah SWT, “Apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah.” Maksudnya, bukan seperti yang diembuskan setan kepada golongannya (ahli isyarat). Semoga Allah menghinakannya dan menghinakan kelompoknya, serta memelihara kita dari kejahatan mereka dan kejahatan isyarat-isyarat mereka. Hanya Allah Yang lebih tahu. Dan Dialah yang akan mengantarkan kepada kebenaran.” (Ar-Rifai, 2006: 927)

Jangan sampai kita terjerumus ke dalam golongan orang-orang kafir. Saya hanya ingin menambahkan dan mengingatkan tentang firman Allah tentang orang-orang yang kafir di dalam neraka.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa: 56)

Jadi, mari jaga seluruh organ tubuh kita dari kemaksiatan (lagi) sebelum mulut ditutup dan organ tubuh yang berbicara. Ayo STMJ!

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan dia mengucapkan kata yang benar.” (An-Naba’: 38)

Wallahu’alam bi showab

Cimahi, 11 Juli 2009
Rama Permana
Mahasiswa IT Telkom
Fakultas Elektro dan Komunikasi
Teknik Telekomunikasi 2008

Daftar Pustaka:

Al-Quran

Ar-Rifai, Muhammad Nasib. 2006. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4. Jakarta: Gema Insani Press.

Sujarwo. (2009). STMJ. [online]. Tersedia: http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/8126 [11 Juli 2009].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s