Resensi Dinasti Abbasiyah, Yusuf al-Isy

hadiah dari senior di kampus

Buku setebal kira-kira satu centimeter ini saya baca dalam waktu seminggu, cukup cepat dalam ukuran saya sendiri. Ini merupakan hadiah milad ke-18 dari salah seorang senior di KAMMI. Karya sejarah ini banyak mengambil kutipan dari Al-Bidayah wa Nihayah (Ibn Katsir), Tarikh Baghdad, serta Tarikh Al-Umam wa Al-Muluk (Ath-Thabari).

Secara umum, saya bisa membagi buku ini ke dalam tiga bagian. Pertama, bagian yang menceritakan Kerajaan Abbasiyah ini dengan urutan pemimpinnya. Mulai dari Abu Abbas as-Saffah, Abu Ja’far al-Manshuri, Al-Mahdi, Harun al-Rasyid, Muhammad Al-Amin, Abdullah Al-Makmun, dst. Pada bagian ini diceritakan bagaimana transisi antar kepemimpinan, kondisi sosial, ekonomi, politik, dan pertahanan.

Setelah membaca bagian tersebut, saya agaknya sepakat dengan pendapat Ketua KAMMI Pusat saat ini yang ditulis dalam bukunya, Menyiapkan Momentum, bahwa terdapat tiga unsur utama yang harus ada dalam sebuah negara, yaitu Penguasa, Pengusaha, dan Militer. Ini tidak lain adalah Kepemimpinan/Politik, Ekonomi, dan Pertahanan.

Kedua, bagian yang menceritakan tentang pemberontakan-pemberontakan yang terjadi terhadap Kerajaan Abbasiyah. Diantaranya adalah gerakan-gerakan separatis-istilah saya-seperti Dinasti Buwaih, Hamdan, Fathimiyah, dan lain-lain. Pada akhirnya (akhir bagian kedua), Shalahuddin al-Ayubi diceritakan berhasil melenyapkan gerakan-gerakan beraliran Syi’ah tersebut.

Ketiga, pada buku ini diceritakan tentang peninggalan dan karya pada zaman Abbasiyah. Karya ilmiah yang secara statistik menembus rasio luar biasa. Saat itu (abad delapan), Arab-Islam mampu mengeluarkan rata-rata 1.500 karya ilmiah setiap tahunnya. Fakta tersebut sangat kontras ketika dibenturkan dengan Barat yang bahkan tidak mampu menembus rata-rata satu karya ilmiah per tahunnya.

Selain itu, bidang-bidang lain dipaparkan secara khusus. Misalnya, kedokteran dengan Thibb An-Nabawi dari Ibn Qayyim Al-Jauziyah dan Al-Qanun karya Ibn Sina, matematika dengan Al-Khawarizmi dan Al-Jabar, astronomi, serta sejarah dengan Al-Muqaddimah karya Ibn Khaldun. Penutup bagian ketiga yang sekaligus sebagai penutup buku ini memaparkan tentang materi yang ada di peradaban Islam masa Abbasiyah. Alat-alat mekanik yang menembus batas peradaban rata-rata dunia, kekayaan yang tiada tara, ditambah fasilitas umum dan kendaraan (baik laut maupun darat) yang jumlahnya sangat mengejutkan. Terdapat pula sedikit gambaran tentang suasana pernikahan Al-Makmun yang dihiasi dengan karpet emas. Sebuah kegemilangan peradaban, peradaban Islam.

Bandung, 18 Agustus 2009
Rama Permana
Ketua Departemen Kajian Strategis
KAMMI Komisariat IT Telkom 2009-2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s