Dibalik Kegagalan Pasukan Abrahah Menyerang Ka’bah

Berbicara Nabi Muhammad SAW, berarti berbicara tentang manusia terbaik sepanjang masa. Saya selalu melihat tebalnya buku-buku yang membahas tentang beliau. Dalam karya-karya tentang sejarah dan/atau sirahnya, selalu diawali dengan cerita Makkah sejak Nabi Ibrahim as.

Pembaca sirah yang sudah berulang-ulang mungkin tahu bahwa Makkah, tepatnya Ka’bah, pernah dijadikan sasaran perusakan. Ya, dialah Abrahah, seorang gubernur Najasyi di Yaman. Orang ini memang bermasalah, kepemimpinannya di Yaman pun tidak wajar karena dilakukan dengan membunuh Aryath (maaf kalau saya lupa), raja sebelumnya. Abrahah menyerang Ka’bah karena ia ingin orang-orang beribadah ke Yaman, bukan ke Makkah.

Dalam kisah Abrahah, semua tahu bahwa ia gagal menyerang Ka’bah. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ia dan pasukannya diserang sekelompok burung yang membawa batu yang terbakar (QS. Al-Fiil). Namun, tak banyak karya ilmiah yang menceritakan kronologisnya secara lengkap. Saya menemukan cerita sebelum Abrahah dan pasukannya dihujani batu oleh sekelompok burung itu beberapa hari lalu. Saya ketikkan redaksi yang ada di Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam* (DARUL FALAH, Jilid 1, hal. 41).

“Esok harinya, Abrahah bersiap-siap untuk memasuki Makkah. Ia menyiapkan gajah-gajahnya, dan memobilisir pasukannya. Gajah Abrahah bernama Mahmud. Ia membulatkan tekadnya untuk menghancurkan Ka’bah, kemudian pulang ke Yaman. Ketika Abrahah dan pasukannya telah mengarahkan gajahnya masing-masing ke Makkah, tiba-tiba Nufail bin Habib Al-Khats’ami** tiba, kemudian berdiri di samping gajah Abrahah, Mahmud, dan membisikkan kepadanya, “Duduklah wahai Mahmud, atau pulanglah dengan damai ke tempatmu semula, karena sesungguhnya engkau sekarang berada di tanah haram!” Nufail bin Habib melepaskan telinga Gajah Mahmud dan gajah itu pun duduk.

Setelah itu, Nufail bin Habib pergi dan naik ke gunung. Pasukan Abrahah memukul Gajah Mahmud agar berdiri, namun ia menolak berdiri. Mereka memukul Gajah Mahmud dengan mencucuk lambungnya agar berdiri, namun ia tetap menolak berdiri. Mereka memasukkan mihjan (tongkat yang berteluk kepalanya) ke bawah perutnya dan mengiris perutnya dengannya agar berdiri, namun Gajah Mahmud tetap menolak berdiri. Mereka menghadapkan Gajah Mahmud ke arah Yaman, ternyata ia langsung berdiri dan berlari. Mereka menghadapkan lagi Gajah Mahmud ke arah Syam, ternyata berdiri dan berlari. Mereka menghadapkan Gajah Mahmud ke arah Timur, ia pun berdiri dan lari seperti sebelumnya. Mereka menghadapkannya ke Makkah, namun ia menolak berdiri.”

*)Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam adalah rujukan sirah nabawiyah lain dan kontemporer seperti Sirah Nabawiyah karya Dr. Ramadhan al-Buthi dan Shafiyurrahman al-Mubarakfury

**)Nufail bin Habib diceritakan sebelumnya sebagai tawanan Abrahah, karena memeranginya saat akan menyerang Ka’bah

Cimahi, 17 September 2009
Rama Permana
Pengurus KAMMI Komisariat IT Telkom
Masa Kepengurusan 2009-2010

2 responses to “Dibalik Kegagalan Pasukan Abrahah Menyerang Ka’bah

  1. Ping-balik: 2010 in review « Militansi Tanpa Batas·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s