Teladan Disiplin dari Ayam

Ayam, hewan jenis unggas yang banyak dipelihara manusia. Tidak perlu bertanya lagi tentang manfaatnya, hampir seluruh ‘komponen’ ayam bisa dimanfaatkan. Telurnya, dagingnya, keberaniannya, suaranya, bulunya, jambulnya, semua itu tak jarang memberikan rezeki bagi pemeliharanya.

Bayangkan, hanya dengan bermodal suara ayam-yang pemeliharanya pun tidak tahu bagaimana si ayam melatih suaranya-si pemelihara mampu meraup puluhan bahkan ratusan juta. Dengan suaranya (berkokok di pagi hari), ayam juga kadang membangunkan kita. Ada kalanya kita dibuat malu dan harus sering evaluasi diri karena justru ayam lebih sigap dari kita.

Belum lagi telur ayam yang bisa dimanfaatkan ke dalam dua cara, dikembangbiakkan atau diambil untuk dimakan. Perlu diketahui, ayam bisa mengeluarkan puluhan telur sekali waktu, hebat bukan! Anugrah yang Allah berikan untuk ayam juga tidak sampai disana, dagingnya juga halal dimakan.

Jika kita menilik kembali ke manfaat suara ayam, bukan dari sudut pandang komersil, maka kita akan mendapatkan satu kata bernama disiplin. Ayam memang selalu bangun sebelum fajar menyingsing, tanya kenapa?

Kalau kita kembali ke sore hari, ternyata ayam, induk dan anak-anaknya, masuk ke kandang masing-masing. Bagi ayam yang tidak mempunyai kandang, biasanya akan pulang ke pohon. Selepas waktu shalat magrib, saya memang tidak pernah melihat ada ayam yang masih berkeliaran di luar, kecuali mungkin satu yang selama ini merusak citra ayam yang asli, yaitu ayam kampus.

Mereka istirahat, tidak ada yang menyia-nyiakan waktu malamnya, apalagi menonton sinetron terlebih dulu sebelum tidur. Alhasil, ayam selalu bangun lebih awal. Inilah buah dari disiplin ayam, yang diwariskan sang induk kepada anak-anaknya. Sebuah budaya yang patut diteladani, DISIPLIN!

Cimahi, 17 September 2009
Rama Permana
Mahasiswa IT Telkom
Fakultas Elektro dan Komunikasi
Teknik Telekomunikasi 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s