Ilmu Pengetahuan, Induktif Dalam Deduktif

Sejak dini kita pasti sudah diajarkan bagaimana berhubungan dengan orang lain, bagaimana berbahasa yang baik dan benar, bagaimana cara menghitung, dan sebagainya. Namun, belum tentu kita sudah terpelajar dalam arti dapat melaksanakan apa yang telah kita pelajari. Ada fakta menarik yang baru saya sadari sekarang bahwa ternyata ada tipe pengajaran dalam ilmu yang sudah saya pelajari.

Deduktif dan Induktif, itulah istilah yang digunakan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Deduktif artinya umum-khusus dengan makna poin umum disampaikan di awal paragraf dan poin-poin khusus disampaikan di akhir paragraf. Sementara itu, Induktif adalah kebalikan dari Deduktif. Dalam kaidah ilmu, ada dua tahap penyerapan ilmu oleh pelajar, yaitu deduktif dan induktif. Deduktif saya beri makna menjabarkan ilmu secara umum. Ilmu pengetahuan deduktif baru akan mempelajari hal-hal khusus di kemudian hari. Sedangkan induktif adalah pengajaran ilmu metode doktrinasi. Kita dapat memahami ilmu pengetahuan induktif jika mempelajarinya dengan sangat dalam.

Tahapan Deduktif

Masihkah kita ingat pelajaran apa saja yang kita dapatkan ketika Sekolah Dasar (SD)? Matematika, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan (PPKn/PmP), IPA, IPS, Kesenian, Bahasa Inggris, dan Olahraga adalah beberapa pelajaran yang saya ingat. Kita harusnya menyadari kaidah deduktifnya ilmu saat memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pernahkah kita bertanya mengapa IPA dibagi menjadi Fisika, Biologi, dan Kimia? Mengapa pula IPS dibagi menjadi Sejarah, Ekonomi, dan Geografi?

Mahasiswa fakultas teknik mestinya juga sadar saat memasuki kampus. Pernahkah kita bertanya mengapa Matematika menjadi begitu banyak? Kalkulus, Aljabar Linier, Variabel Kompleks, Matematika Diskrit, Probabilitas, Statistika, Sistem Linier, dan tentu masih ada lagi bagi mahasiswa jurusan matematika. Inilah penjabaran poin-poin khusus dari poin umum yang bernama IPA, IPS, dan Matematika. Fakta ini, dalam perspektif saya, memenuhi kaidah paragraf deduktif.

Induktif Dalam Deduktif

Pernahkah kita bertanya mengapa rumus luas bola adalah 4 atau mengapa rumus volume bola adalah  saat Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat? Saya pernah bertanya kepada banyak kawan saya di SMK tentang hal ini. Jawabannya kurang memuaskan karena rumus volume hanya dibuktikan dengan percobaan memasukkan pasir atau rumus luas bola yang hanya dibuktikan dengan melingkarkan tali pada permukaan bola. Itu saya dapatkan dari buku Matematika SMP terbitan Erlangga milik kawan saya di SMK. Jawabannya saya temukan dalam bab terakhir Kalkulus II, yaitu integral lipat 2 dan integral lipat 3. Ternyata rumus-rumus itu diturunkan dari integral lipat.

Satu contoh lagi jika di Fisika SMA-tentang kelistrikan-kita mengenal arus searah atau direct current (DC) dan arus bolak-balik alternate current (AC). Saya baru sadar bahwa sebenarnya gelombang AC dan/atau DC terbentuk dari satu macam persamaan umum. AC adalah kasus khusus dari persamaan tersebut dan DC adalah kasus sangat khusus sekali. Ini baru saya pelajari dalam mata kuliah Rangkaian Listrik dimana fungsi umum dari tegangan sebuah gelombang adalah sebagai berikut:

Kondisi itu pun merupakan kondisi mustahil karena tidak mungkin sebuah tegangan akan konstan, apalagi konstan selama-lamanya. Kondisi ideal dari DC dan AC dapat diilustrasikan melalui gambar berikut.

Inilah yang saya sebut dengan metode doktrinasi. Pelajar hanya diberikan—dipaksakan untuk menerima—rumus-rumus tanpa tahu asalnya (terlebih dulu). Jika kita kemudian mendalami ilmu tersebut, barulah kita akan tahu bahwa doktrin-doktrin itu adalah kesimpulan-kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum. Ini memenuhi kaidah induktif dimana kita dipaksa untuk menerima kondisi-kondisi khusus terlebih dulu. Setelah itu, kita akan mengetahui bentuk umum atau asal dari kesimpulan-kesimpulan tersebut.

Bandung, 28 November 2009
Rama Permana
Mahasiswa IT Telkom
Fakultas Elektro dan Komunikasi
Teknik Telekomunikasi – 2008



One response to “Ilmu Pengetahuan, Induktif Dalam Deduktif

  1. Ping-balik: 2010 in review « Militansi Tanpa Batas·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s