Resensi Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1

buku ini bisa dibeli di Palasari, Bandung

Perlu beberapa bulan, bahkan mungkin tahun, untuk mencari buku ini. Ada satu motivasi yang saya pertahankan, mengapa saya harus membaca Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. Bukankah di luar sana masih banyak Sirah Nabawiyah tulisan yang lain? Dengan tidak meremehkan Sirah Nabawiyah karya Shafiyurrahman al-Mubarakfury dan Dr. Ramadhan al-Buthy, saya mencoba merujuk langsung kepada apa yang disebut oleh Dr. Ramadhan al-Buthy di dalam Fiqh Sirah-nya sebagai Sirah Nabawiyah terbaik yang ada sekarang. Sebelumnya, kitab sirah terbaik disematkan kepada al-Maghazy-nya Ibnu Ishaq, hanya saja kini sudah tidak ada lagi (hilang). Motivasi inilah yang memacu saya untuk terus mencari buku ini. Alhamdulillah, saya telah selesai membaca buku ini beberapa hari yang lalu.

Sejak bab awal, buku ini memang menyajikan cerita yang berbeda. Silsilah keluarga Muhammad saw yang pada sirah lain hanya dirunut hingga Ibrahim as, maka dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 nasab Rasulullah saw dirunut hingga Nabi Adam as. Dalam buku setebal hampir delapan ratus halaman ini, penulis menyebutkan nasab Muhammad saw sebagai berikut:

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib (Syaibah) bin Hisyam (Amr) bin Abdu Manaf (Al-Mughirah) bin Qushai (Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Ud (Udad) bin Muqawwim bin Nahur bin Tirah bin Ya’rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Sarugh bin Ra’u bin Falikh bin Aibar bin Syalikh bin Irfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamk bin Mattusyalakh bin Akhnukh (Idris) bin Yard bin Mahlil bin Qainan bin Yanis bin Syis bin Adam.

“Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam (Ibnu Hisyam) berkata bahwa Khallad bin Qurrah bin Khalid as-Sadusi berkata dari Syaiban bin Zuhair bin Syaqiq bin Tsurm dari Qatadah bin Di’amah yang berkata bahwa Ismail bin Ibrahim Khalilurrahman (kekasih Allah) bin Tarih yang tidak lain adalah Azar bin Nahur bin Asragh bin Qrghu bin Falikh bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamk bin Mattusyalakh bin Akhnukh bin Yarid bin Mahlail bin Qayin bin Anus bin Syis bin Adam Alaihis-Salam.” (2009: 1)

Buku jilid 1 ini bercerita dari mulai Nabi Muhammad saw lahir-setelah sebelumnya bercerita tentang nasabnya-hingga usainya perang Badar Kubra. Nama-nama yang disebutkan dalam sirah ini pun disebutkan nasabnya secara lengkap, lebih lengkap dari sirah lain. Misalnya, Ali bin Abu Thalib dalam sirah ini disebut menjadi Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Sehingga wajar bahwa tulisan seorang sejarawan yang lahir di Basrah ini menjadi sirah rujukan utama para asatidz dan penulis kontemporer. Penulis wafat pada abad IX Masehi atau abad III Hijriah. Menurut penerjemah, Fadhli Bahri, Lc., buku ini disusun oleh Ibnu Hisyam dengan apa adanya dan utuh.

Bandung, 11 Desember 2009
Rama Permana
Mahasiswa IT Telkom
Fakultas Elektro dan Komunikasi
Teknik Telekomunikasi – 2008

Maraji’:

Malik, Abu Muhammad Abdul bin Hisyam bin Ayyub al-Himyari al-Muafiri al-Basri. 2009. Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. Jakarta: Darul Falah.

8 responses to “Resensi Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1

  1. ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAH
    SEKArang saya sedang mencari beberapa referensi sirah-sirah nabi, saya ingin lebih mengenal para rasul dengan mempelajari kehidupannya, bolehkah saya tahu dimana bisa memperoleh sirah ibnu hisyam ini? jazakallah

  2. Ping-balik: 2010 in review « Militansi Tanpa Batas·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s