Saya dan Training Pengkader KAMMI

Panitia TPK Jawa Barat

Panitia TPK Jawa Barat

Acara yang ditujukan untuk tim kaderisasi KAMMI daerah dan komisariat se-Jawa Barat ini diselenggarakan di Pesantren Asy-Syarifiyah, Garut, 24-27 Desember 2009. Saya dan tiga orang-Ade Dian Furaidah (Dian), Istiqomah Nurlatifa (Isti), dan Ary Nur Husna (Una)-dari kampus IT Telkom berangkat menuju Garut hari Kamis sore. Kami memulai perjalanan dari Terminal Leuwi Panjang, Bandung, pukul 17.00. Kami menaiki minibus selama lebih dari 150 menit hingga tiba di Garut. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan dengan naik angkot putih merah menuju Sukawening. Rute ini seperti yang diberitahukan panitia kepada setiap peserta.

Tiba di Sukawening, kami langsung dihampiri tukang ojeg. Tawar-menawar harga terjadi hingga kami sepakat di harga 12.500 rupiah. Tidak berapa lama kemudian, ternyata panitia yang sedang mengantar pemateri pada malam itu melewati kami. Akhirnya kami menumpang ke mobil ustadz yang ukurannya lumayan besar. Beberapa saat kemudian, banyak peserta yang juga baru datang ke Sukawening. Akhirnya, saya ke tempat acara dengan menaiki motor bersama Rahmat, seorang pengurus KAMMI Garut.

Saya tiba di Pesantren Asy-Syarifiyah sekitar pukul 20.45. Acara Training Pengkader KAMMI (TPK) saat itu baru menginjak sesi pembukaan. Setelah shalat dan makan, saya mengikuti acara pembukaan yang berlangsung hingga pukul 22.30. Setelah itu, para peserta beristirahat untuk acara esok pagi.

Acara di hari ke-2 diawali dengan bedah buku Subuh on Fire karya Nana W el-Fariez. Mahasiswa UIN SGD itu menulis buku ini dalam waktu satu minggu atau 21 jam (3 jam sehari). Ia menceritakan proses menulis buku itu dan hobi menulisnya. Pengurus Pemuda Persis ini dulunya juga merupakan pengurus KAMMI Komisariat UIN SGD.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pribadi dan makan pagi hingga pukul 08.00. Seluruh peserta kembali berkumpul di aula utama. Ketika seorang peserta sedang tilawah untuk membuka acara pagi itu, saya merasakan sakit yang luar biasa di kaki kiri. Saya melihat ke bawah kursi, disana ada serangga dengan bentuk seperti semut namun ukurannya sangat besar. Saya buka kaos kaki yang waktu itu sedang dipakai, ada luka dengan bengkak kecil di engkel kaki saya.

Satu hingga dua jam kemudian, saya tetap berada di aula mengikuti acara yang pada waktu itu dibawakan oleh Ketua Kaderisasi KAMMI Wilayah Jawa Barat, Syamsudin Kadir. Sekitar pukul 09.30 saya merasakan demam yang membuat saya harus izin dan beristirahat di tempat tidur. Seluruh tubuh terasa gatal, bengkak di kaki kiri saya pun ternyata menjadi besar. Pembengkakan terus melebar hingga beberapa jam setelahnya. Pada Jumat sore, muka saya sudah bengkak, namun panas tubuh saya berkurang. Banyak peserta dan panitia yang sudah membantu saya, Ridho, Salman, Irfan, Edi, Acep, dan masih banyak lagi yang mungkin sudah menganggap saya sebagai saudara mereka.

Saya terus beristirahat hingga keesokan harinya, waktu TPK ini ternyata banyak saya habiskan di tempat tidur. Hingga pada Sabtu pagi saya selesai membaca satu dari dua buku yang saya bawa ke Garut. Saya kembali beristirahat hingga sore hari sambil menyusun tulisan ini di tempat tidur. Akhirnya saya pulang ke Bandung pukul 16.00 bersama kang Yanuar (Yete) yang baru saja datang dengan kang Hilal. Sementara itu, tiga rekan saya dari kampus juga pulang dengan alasan masing-masing.

“…oleh-oleh dari Garut, di tempat tidur dengan gatal di seluruh tubuh serta muka dan kaki kiri yang bengkak…”

Garut, 26 Desember 2009
(Revisi: Cimahi, 27 Desember 2009)
Rama Permana
Peserta TPK Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s