How to Use Smith Chart

How to Use Smith Chart atau dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi “Bagaimana Menggunakan Smith Chart?” Smith Chart atau Grafik Smith adalah grafik yang dibuat oleh Phillip H. Smith (1905-1987). Grafik ini didapat dari hasil perhitungan, bukan lukisan abstrak karena beliau stres.đŸ˜€

Lingkaran-lingkaran pada Smith Chart menunjukkan nilai resistansi (R)

Pertama, saya akan membahas tentang bagian-bagian dalam Smith Chart. Pada dasarnya, bagian dalam lingkaran dipergunakan untuk menghitung impedansi dan admitansi. Sub bagian dari impedansi adalah resistansi dan reaktansi (Z = R + jX). Sementara itu, sub bagian dari admitansi adalah konduktansi dan suseptansi (Y = G + jB).

Lingkaran-lingkaran dalam Smith Chart menunjukkan besarnya resistansi. Resistansi bernilai nol dimulai dari kiri, resistansi bernilai satu tepat di titik tengah, dan bernilai sangat besar di sisi kanan (pada grafik hanya terbaca sampai lima puluh). Nilai resistansi sama pada satu lingkaran yang sama.

Adapun garis-garis dalam Smith Chart menunjukkan besarnya reaktansi. Reaktansi bernilai nol adalah garis lurus sumbu resistansi, dan semakin ke kanan akan semakin besar nilainya. Garis-garis bagian atas sumbu resistansi adalah untuk reaktansi bernilai positif, sementara bagian bawah sumbu resistansi adalah untuk reaktansi bernilai negatif.

Garis-garis pada Smith Chart menunjukkan nilai reaktansi

Nilai total dari resistansi dan reaktansi tersebut kita namakan impedansi (tahanan kompleks) yang memiliki satuan ohm. Untuk memodelkan sebuah impedansi ke dalam Smith Chart, kita harus melakukan normalisasi terhadap nilai impedansi tersebut jika nilai-nilai besaran impedansi tersebut tidak termuat dalam skala Smith Chart. Nilai normalisasi bebas asalkan nilai-nilai hasil normalisasi tersebut dapat kita modelkan/gambarkan dalam Smith Chart.

Misalkan, kita memiliki impedansi dengan nilai Z = (100 + j50) ohm. Di dalam grafik, tidak terdapat angka 100, nilai tersebut terlalu besar untuk dimodelkan langsung. Oleh karena itu, kita harus melakukan normalisasi dengan 50 misalnya, sehingga nilai Z normalisasi = (2 + j1) ohm.

Sesuai dengan kaidah reaktansi, induktor dan kapasitor akan menjadi hambatan imajiner jika diberi arus bolak-balik atau AC (Alternate Current). Nilai reaktansi induktif (XL) didapat dari jwL = j*2*phi*L. Sedangkan, nilai reaktansi kapasitif (XC) didapat dari 1/(jwC) = -j/(wC). Sehingga dapat disimpulkan bahwa, reaktansi induktif bernilai positif dan berada di atas sumbu resistansi. Di sisi lain, reaktansi kapasitif bernilai negatif sehingga berada di bawah sumbu resistansi.

Pada lingkaran (nilai resistansi) yang sama, jika ditambahkan induktor secara seri, maka ia akan bergerak searah jarum jam (semakin ke atas/membesar). Sedangkan, jika ditambahkan kapasitor secara seri, maka ia akan bergerak berlawanan arah jarum jam (semakin ke bawah/mengecil).

2 responses to “How to Use Smith Chart

  1. Terima kasih untuk tutorial singkatnya dengan menggunakan bahasa Indonesia dan teori yang mudah dimengerti, sangat membantu saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s